Jumat, 13 Maret 2009

Benci / Membenci

1. Aku benci kepada perkumpulan orang berbuat jahat, dan dengan orang fasik aku tidak duduk। ( Mzm। 26:5 )

2. Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik. ( Mzm. 97:10 )

3. Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu. ( Ams. 12:1 )

4. Siapa yang menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya. (Ams. 13:24 )

5. Ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai. ( Pkh. 3:8 )

6. Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel - juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan jangan berkhianat. ( Mal. 2:16 )

7. Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada dalam kegelapan dan hidup dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya. ( 1 Yoh. 2:11 )

8. Kita mengasihi, karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seseorang berkata: " Aku mengasihi Allah", dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya. ( 1 Yoh. 4:19- २०)

Selasa, 10 Maret 2009

1. Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia. Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN. (Im. 19:17-18)

2. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!" (Yes. 35:4)

3. Sesungguhnya, telah ada tertulis di hadapan-Ku: Aku tidak akan tinggal diam, malah Aku akan mengadakan pembalasan, ya, pembalasan terhadap diri mereka atas segala kesalahan mereka sendiri, maupun atas kesalahan nenek moyangnya, semuanya serentak, firman TUHAN. Sebab mereka telah membakar korban di atas gunung-gunung dan mengaibkan Aku di atas bukit-bukit. Memang Aku akan menakar ke dalam jubah mereka upah untuk perbuatan-perbuatan mereka yang terdahulu! (Yes. 65:6-7)

4. Aku, TUHAN, yang mnyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah lakunya setimpal dengan hasil perbuatannya. (Yer. 17:10)

5. Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. (Yer 20:12)

6. Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat- Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. (Mat. 16:27)

7. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar. (Luk. 14:13-14)

8. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. (Rm. 1:27)

9. Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! (Rm. 12:17)

10. Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuahn. (Rm. 12:19)

11. Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan. (Ef. 6:8)

12. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. (Kol 3:13)

Harta yang sesungguhnya

Gadis kecil berambut ikal keemasan itu berumur lima tahun. Ketika sedang menunggu ibunya, ia melihat harta itu: merah jambu. "Oh Ibu, bolehkah aku memilikinya? Ayolah Bu!" Sang ibu dengan cepat melihat bagian belakang kotak itu, lalu memandang sepasang mata biru anaknya yang mendongak penuh harapan. "Satu dolar dan sembilan puluh lima sen. Hampir dua dolar. Jika kamu benar-benar menginginkannya, Ibu akan mencarikan tugas-tugas untuk mu, dan kamu dapat menabung cukup uang untuk membelinya.

Seminggu lagi kamu berulang tahun dan Nenek akan memberimu selembar uang dolar yang baru." Segera setelah sampai dirumah, Jenny segera menghitung uang dalam celengannya. ada 17 penny. setelah makan malam, ia mengerjakan lebih banyak tugasnya yang seharusnya. Lalu ia pergi ke tetangga dan bertannya pada nyonya McJames apakah ia dapar memetikkan bunga dandelion untuk mendapatkan 10 sen. Ketika ia berulang tahun, Nenek benar-benar memberikan selembar uang dolar, dan akhirnya ia mempunyai cukup uang untuk membeli kalung itu.
Jenny sangat menyayangi kalung mutiaranya. kalung itu membuatnya merasa cantik dan dewasa. Ia memakainya setiap hari kesekolah Minggu, Taman kanak-kanak, bahkan waktu tidur. Ia hanya melepas kalung itu kalau ia berenang atau mandi. Ibu mengatakan kalau kalung itu basah akan menyebabkan lehernya menjadi hijau.

Jenny mempunyai seorang ayah yang sangat sayang padanya, dan tiap malam kalau ia akan tidur, ayahnya akan berhenti mengerjakan apa saja yang sedang di kerjakannya, lalu naik ke atas untuk membacakan sebuah cerita bagi Jenny. Suatu malam ketika selesai bercerita, ayahnya bertanya, "Apakah kamu menyayangi ayah?" "Oh tentu, Ayah. Ayah tahu bahwa aku menyayangi Ayah." "Kalau begitu berikan kalung mutiara mu." "Aduh ayah, jangan kalung mutiaraku. tapi ayah boleh mengambil Princess, kuda putih mainanku, yang ekornya merah muda. Ayah masih ingat kan? itu adalah mainan kesukaan ku.""Tidak apa-apa, Nak. Ayah sayang pada mu. Selamat tidur." Lalu ayah menciumnya. Seminggu kemudian, setelah selesai bercerita, ayahnya jeni bertanya lagi,"Apakah kamu menyayangi ayah?""Ayah, ayah tahu bahwa aku sayang pada mu.""Kalau begitu berikan kalung mutiara mu." "Aduh ayah, jangan kalung mutiara ku, tapi ayah boleh memiliki boneka bayi ku. Ia sangat cantik, dan ayah juga boleh mengambil selimut kuning yang cocok dengan tampat tidurnya." "Tidak apa-apa Nak. Tidur lah, Tuhan menjaga mu. Ayah sayang pada mu."dan seperti biasa ayah mencium pipinya dengan lembut.

Beberapa malam kemudian, ketika ayahnya masuk, Jenny sedang duduk bersila di atas tempat tidurnya. Ketika ayahnya mendekat, ia melihat dagu Jenny gemetar dan pelan-pelan setetes air mata mengalir turun di pipinya."Mengapa, Jenny? Ada apa?" Jenny tidak berkata apa pun, tetapi ia mengeluarkan tangannya yang mungil kepada ayahnya. Dan ketika ia membukanya, disitu ada kalung mutiara Jenny. Dengan suara lirih, akhirnya Jenny berkata."Ini, Ayah. Kalung ini buat ayah." Dengan air mata berlingang-linang, ayah Jenny mengeluarkan satu tangan untuk menerima kalung tiruan itu, dan dengan tangan satunya ia meraih ke dalam kantongnya dan mengeluarkan kotak beludru biru berisi seuntai kalung mutiara asli dan memberikannya kepada Jenny. Ayah Jenny sudah sejak lama menyimpannya, ia hannya menunggu Jenny memberikan kalung nya yang tiruan itu supaya ia dapat memberikan harta yang asli kepadanya."Begitu juga dengan Bapa kita di Sorga, Dia akan memberikan yang abadi kepada kita, bukan tiruan, hannya saja kita selalu membanggakan kepalsuan kita sendiri sehingga kita mengorbankan yang lain yang sesungguhnya sangat berarti bagi kita."